Pernah dengar buah menteng, kemang, gandaria, bisbul, jamblang dan lobi-lobi? Mungkin sebagian dari kita sudah jarang melihat buah-buah asli nusantara itu. Atau bahkan sebagian lagi tak pernah tahu ada buah bernama seperti itu.
Buah-buahan yang disebut tadi memang sudah jarang sekali ditemui di pasar-pasar buah. Keberadaannya sulit dijumpai bahkan di pasar tradisional sekalipun. Kalaupun ada pastilah jumlahnya sangat sedikit dan penjualnya pun mendapatkannya dari kebun sendiri.
Hal itu pun dialami oleh Imran, 35, seorang karyawan swasta. Saat ia sedang berkunjung di salah satu lembaga pemerintah di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tak dinyana ia menemukan buah kegemarannya sewaktu kecil di kampung dulu : Jamblang. Buah yang bernama lain duwet itu dijajakan oleh pria tua dengan keranjang yang dipikulnya. Karena rindu dengan buah itu dan takut tak dapat bertemu lagi, akhirnya Imran membeli jamblang atau duwet itu dalam jumlah banyak.
Imran pun tak menikmati sendiri buah jamblang yang ditemukannya tidak sengaja di depan kantor lembaga pemerintahan itu. Ia kemudian membagi-bagikannya kepada teman-teman kantornya. Dan sudah dapat ditebak, hampir sebagian besar temannya di kantor tidak mengetahui buah yang rasanya asam-asam manis itu.
Jamblang atau bernama latin Syzygium cumini biasa dimakan segar. Buah jamblang yang sudah masak berwarna ungu hingga hitam dan untuk memakannya biasanya dicocol dengan sedikit garam dan gula. Ada juga yang memakannya setelah jamblang dikocok dalam suatu wadah yang berisi gula dan garam agar lebih lunak dagingnya dan berkurang rasa sepatnya. Buah ini kaya vitamin A dan C dan sangat potensial untuk dijadikan dijadikan sari buah, jeli atau anggur. Di Filipina anggur dari jamblang diusahakan secara komersial.
Itu hanya satu jenis buah yang keberadaanya tidak familiar di tengah-tengah masyarakat Indonesia masa kini. Masih banyak deretan buah lokal yang hidup segan matipun tak mau. Padahal buah-buahan itu memiliki nilai gizi yang tinggi dan tak kalah dibanding buah lain. Berikut buah-buahan asli yang sudah jarang ditemukan di pasaran buah lokal.
Menteng (Baccaurea racemosa)
Buah ini rasanya asam-asam manis dengan daging buah yang sangat sedikit karena “kalah” dengan bijinya yang besar. Sepintas buah ini mirip dengan kelengkeng, bulat-bulat, namun kulitnya lebih mulus. Buah ini banyak terdapat di Bogor dan sekitarnya. Di Jawa Tengah, menteng disebut dengan mundung.
Menteng dulu biasa ditanam di pekarangan rumah warga namun sekarang sudah sulit ditemui akibat desakan penduduk dan penanaman tanaman buah lain yang lebih disukai. Buah asli Pulau Jawa ini masih bisa dijumpai di daerah pinggiran Jakarta dan Bogor pada musim-musim tertentu.
Kemang (Mangifera caesia)
Buah kemang sekilas mirip dengan mangga. Saat buah ini matang warna kulitnya akan berubah menjadi kuning kecoklat-coklatan. Buah ini mengeluarkan aroma seperti terpentin, yaitu bahan pencair cat yang terbuat dari pinus. Daging buah kemang berwarna kuning dan mengandung banyak cairan. Buah yang masak rasanya asam-manis dan dapat langsung dimakan setelah dikupas tentunya. Sama seperti mangga, buah kemang yang mengkal biasanya dimakan untuk campuran rujak.
Kemang menyebar secara alami di Sumatra, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Namun, ada pula yang membudidayakannya di daerah Jawa bagian barat, terutama dekat Bogor. Kemang dapat tumbuh pada daerah dataran rendah yakni pada ketinggian di bawah 400 meter hingga 800 meter di bawah permukaan laut. Lokasi di pinggiran sungai merupakan tempat yang paling disenangi tumbuhan ini.
Kecapi (Sandoricum koetjape)
Kecapi, sentul atau ketuat adalah nama buah ini. Buah yang untuk membukanya seringkali menggunakan pintu rumah untuk menjepit kulitnya ini diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Buah yang satu ini memang bukan asli Indonesia meski telah berabad-abad berada di Indonesia. Tumbuhan ini menurut sejarahnya dibawa dan dimasukkan ke Indonesia tepatnya di Borneo, Maluku oleh para pedagang asal Indocina.
.
Buah kecapi ini rasanya manis namun agak asam. Kulit buahnya tebal dengan daging buah berwarna putih berserat. Di dalam buah kecapi biasanya terdapat tiga atau dua biji buah yang ukurannya berbeda-beda. Daging buahnya sedikit karena bijinya lebih besar. Untuk memakannya kita hanya bisa mengulumnya hingga rasanya habis dan dagingnya menyusut. (yst)
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Dari semua buah yg dimaksud di atas saya paling kenal yg namanya Kecapi….jd inget dulu, suka rebutan pintu demi membelah tuh buah.
Nah klo buah Kemang saya br tahu sekitar setahun yg lalu. Oleh2 dari saudara di Bogor, bagi saya & keluarga makan kemang harus di campur air+gula+es batu…..wuedeh Suegerrrr BGT. Klo hrs dimakan langsung kayak mkn apel agaknya ga kuat coz tuh buah asemnya minta ampun dah……
Sekarang klo saudara dr Bogor dtg, sdh dipastikan si buah kemang pun akan ikut……SUEGERRR pun menanti…………
Tapi saya belum tahu soal kandungan gizinya…..anda tahu???